Tampilkan postingan dengan label Sobat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sobat. Tampilkan semua postingan

Virus Bunga-Bunga,ni ye…


Virus Bunga-Bunga,ni ye…
Afra Zahra Rifa’i

“ …dia datang lagi ga’ ya…? “, mata berbulu lentik itu menerawang keluar jendela…
“ siapa Dis…? “, tanya Anne penasaran melihat gaya sohibnya yang tumben sok romantis. Huuh, si Gadis malah menjawab dengan senyum malu-malu… mencurigakan !!!
“ hm…itu loh, Abang yang kemaren wawancara aku dari Majalah remaja baru itu…”, Gadis melembutkan suaranya…Aih, nih anak kenapa jadi centil begini, refleks Anne merinding…
“…maksud kamu Bang Pria…? “, sambar Anne cepat. Sensornya menangkap ada agresi virus bunga-bunga yang sedang melakukan infiltrasi besar-besaran pada muslimah yang berada di dekatnya saat ini.
“ kamu bayangin aja deh Ne… di sekolah kita ada seabreg siswa-siswi berprestasi dari berbagai jenis potensi, Ada Meira yang jago piano…ada Tyo yang ahli matematika…ada si cantik Nova yang selalu menang lomba modelling, belum lagi Fero yang MVP,Viona finalis aktris lokal berbakat,Keke sang pujangga en laen-laen termasuk kamu yang dua kali juara satu lomba karya tulis ilmiah kok dia malah milih aku untuk profil remaja berprestasi bulan depan… pastinya kan dia emang sudah tau aku en ngikutin terus perkembangan prestasi aku selama ini, Ne…”, Gadis yang emang sering menang speech contest itu dengan semangat empat lima memaparkan analisanya…please dech,Dis…
“ itu kan karena…”, Teeet…teet…teet…bunyi bel tiga kali tanda istirahat selesai menenggelamkan kalimat-kalimat Anne selanjutnya, terlebih karena Gadis juga terlihat ogah mendengarkan kelanjutan argumen Anne yang awalnya sudah tidak antusias menanggapi perasaannya yang dipenuhi mawar, melati, kembang sepatu dan masih banyak lagi…
Sepanjang perjalanan pulang Anne lebih banyak diam… dia tahu Gadis sedang jatuh hati pada Bang Pria, wartawan muda yang sebetulnya ga ramah-ramah amat or kocak githu…bahkan cenderung too cool dan ja’im, jaga iman maksudnya…Well, emang ga semua cewek suka sama cowok genit en gombal kan…? Termasuk Gadis juga tentunya…ups, by the way ramah en kocak juga bukan berarti genit dan gombal lho ya…
“ Bang Pria itu kalo ngomong efektif banget kalimatnya…, to the point en sopaaaan banget… kamu lihat sendiri kan, kalo dia ga pernah melototin aku kaya’ Diko waktu wawancarain aku untuk majalah sekolah bulan lalu…tapi dia juga ga buang muka…cara dia jaga pandangan hebat banget deh Ne…jangan-jangan dia tahu soal kewajiban jaga pandangan seperti yang dijelasin Kak Maya pekan lalu… jangan-jangan dia seperti ikhwan-ikhwan di musholla kita juga ya,Ne…”, Gadis terus nyerocos… Hya, walau sudah kelas dua Gadis emang baru ikut kajian… itu juga atas ajakan Anne yang setia jadi teman sebangkunya sejak mereka sekelas bareng.
“ ya iyalah dia ikhwan…masa akhowat kaya’ kita…!!!, btw ngaku deh…kamu pengen jadi pacar dia ya…!!! “, tembak Anne tiba-tiba… wajah Gadis semakin memerah…
“ ya nggak lah Ne… gini-gini kan aku ngerti kalo pacaran dalam islam itu ga ada… kecuali setelah menikah, Kak Maya kan sudah jelasin itu ke kita beberapa pekan yang lalu…”, Gadis membela diri… Anne menghela nafas lega, namun tak urung dia sempat menyangsikan jawaban gadis manis berkerudung pendek yang kini memalingkan wajahnya ke arah rerumputan…
“ …kamu yakin…? “, Anne merendahkan suaranya…ups, kenapa dia harus nanya seperti itu ke Gadis…iseng banget sih…!!! Wajah Gadis memerah kembali…
“ hm…i…iya, ya…yakin…tapi jujur aja deh, aku merasa ada ribuan kupu-kupu dalam perutku setiap kali ketemu dia…ga normal banget kan,Ne…”, Gadis kini menatap Anne dengan wajah memelas pasrah…Anne tulus membalas tatapan itu dengan senyuman…
“ …kaya’nya gejala VBB deh Dis, virus bunga-bunga …!!! “, celetuk Anne menggoda…
“ …maksud kamu kaya’ virus merah jambu alias VMJ githu…? “, kejar Gadis…
“ Well, kalo virus merah jambu itu kan udah yang parah githu, nah kalo virus bunga-bunga itu baru sampai level ge eran kaya’ kamu…”, celoteh Anne … Gadis manyun…
“ Jadi aku mesti gimana dooong Ne… abisnya dia yang bikin aku ge er duluan … coba kalo dia milih wawancarain yang laen, aku kan jadi ga berprasangka indah seperti yang aku ceritakan di kelas tadi ke kamu…!!! “, Gadis lemes…
“ Denger ya, Gadis Dyah Sekarini… Bang Pria itu milih kamu karena rekomendasi dari Kak Maya…mentor kita yang sekaligus kakak sepupuku…!!! “, jelas Anne…Gadis membesarkan bola matanya…
“ Hah…masa sih,Ne…kamu tega banget ga bilang-bilang sama aku kalo Kak Maya yang meminta Bang Pria ngewawancarain aku…”, ekspresi kaget jelas tergambar utuh di wajah Gadis...
“ Abisnya kamu ga mau dengar penjelasanku sih…Bang Pria itukan adik tingkatnya Kak Maya di kampus… satu jurusan di Fakultas Komunikasi…majalah baru itu gawean mereka plus teman-teman kampusnya yang lain… sekarang kan banyak remaja seperti kita yang ga’ ngeh Bahasa Inggris tuh…padahal bahasa itu bahasa internasional yang kudu dikuasai agar sebagai muslimah kita ga kalah bersaing dengan kompetitor-kompetitor di luar sana…makanya Kak Maya merekomendasikan nama kamu… coz kamu kan emang langganan juara speech contest dari SD, pastinya bisa memotivasi teman-teman yang lain biar semangat belajar bahasa Inggris juga, begitu ceritanya nona manis…!!! “, papar Anne panjang lebar dengan harapan Gadis ga’ salah paham lagi soal kebaikan hati Bang Pria mewawancarai dia tempo hari.
Gadis menggigit bibir bawahnya pelan…wajahnya yang sedari tadi bermusim semi perlahan mendung dan terancam turun hujan…
“ Astaghfirullah, hati aku kok gampang banget berdebu ya,Ne… mungkin karena aku sering ga jaga pandangan kali ya…”, Anne menunduk dalam…
“ Alhamdulillah kalau kamu segera menyadari di mana letak celahnya… kamu ingat perkataan Kak Maya waktu itukan…kalo tatapan mata itu sama dengan anak panah syaitan…dan kita sama-sama tahu kalau syaitan itu ga akan pernah kapok ngegodain manusia…kecuali mereka-mereka yang ikhlas dalam beramal… ayo ikhlaskan wawancara kamu sama Bang Pria… ikhlaskan itu semata-mata karena Allah, agar setiap muslim – muslimah yang baca tulisan itu jadi semakin termotivasi dalam meraih prestasi demi kebangkitan Islam…” Gadis pun perlahan mengangguk lemah. Anne merangkul Gadis memasuki pagar rumahnya…di depan pintu Kak Maya sudah menyambut mereka dengan senyuman hangatnya…Yup, mereka emang ada kajian pekanan hari ini…kajian yang sangat dirindukan dan dinanti-nanti Gadis sepanjang hari…

read more...

Hotline Service


HOTLINE SERVICE
By. E. Damayanti Rifai

“ …malem Geo, mo ngucapin salam buat siapa aja nee…jangan lupa spesialnya ya…”, sapa Ova centil…
“ …mo ngucapin Assalamu’alaikum buat adek-adek baru yang tadi siang ikutan orientasi Islamic Student Club, seperti Dimas, Ozzy, Zaky, Devon en laen-laen…istiqomah ya dek…specialnya buat Bang Ihsan ketua panitia, ucapannya Alhamdulillah Bang segala kemudahan telah Allah anugerahkan pada kita…semoga kerja keras beberapa pekan terakhir ini Allah terima sebagai penambah berat timbangan kebaikan kita di yaumul hisab kelak. Amien “ ucap Geo mantap mengakhiri kalimatnya. Ova terdiam, masih bengong dengan apa yang baru aja di dengarnya… pesan macam apa ini…? Istiqomah ? yaumul hisab ? asing… !!!
“ Halo Kak Ova…! Masih di sana…? “, sapa Geo yang jadi risih karena tiba-tiba keadaan jadi hening…
“… eh, iya nih…hm ada lagi ga pesannya…? Buat someone special terspecial githu…”, pancing Ova, penyiar kondang yang konon favoritnya anak-anak gaul di sekolah-sekolah beken di kotanya.
“ Hmmm iya, ada Mbak…buat Hendro, kok lama ga nongol di Musholla Ndro, kita-kita kangen loh sama azan kamu yang merdu ... soal mikropon yang rusak itu sudah diganti kok, that’s ok bro… by the way kita-kita lebih sayang antum kok ketimbang mikropon itu “, nah lho… kok special terspecialnya malah buat yang namanya Hendro…? Bukannya Henny or Helen or Habibah may be… or cewek manalah…
“ …kamu jomblo ya Ge…Devi ama Rara yang temen satu sekolahan ma kamu bilang kalo kamu termasuk keren banget en difavoritin ma cewek-cewek gaul lho, ga kalah ama Yoga or Niko model lokal itu…kenapa ga cari gebetan aja sih… “, ceplos Ova yang emang penasaran ama ikhwan musholla yang berkali-kali nyabet juara satu speech contest antar sekolah satu ini…
“ …syukron idenya Kak…tapi sepertinya Allah lebih ridho kalo Geo Jomblo aja deh…Gubrak… jawaban model apalagi tuh…Ova KO, telpon-telponan pun berakhir…
Allah lebih ridho kalo Geo jomblo… trus kita-kita yang punya gandengan or kecengan gini ga diridhoin Allah, gitu…? Ah ga ngerti…
***
“ Hallo, Siapa nee…? “, Tanya Ova di seberang operator…
“ Chika, Kak Ova…Assalammu’alaikum…”, sapa sebuah suara yang kini mengudara…
“ wa’allaikumsalam Chika… mo kirim-kirim buat siapa aja malam ini…? “, sambut Ova ramah… dia kenal Chika, langganan juara menulis surat cinta peringatan hari ibu yang diadain radionya…
“ Buat Kak Maya, Kak Melati, Kak Deasy en kakak-kakak yang lain yang udah support Chika pake kerudung… Alhamdulillah, sekarang Chika sudah menjalankan kewajiban Chika sebagai muslimah dewasa sebelum ajal menjemput, iiih syereeem… datangnya kan bisa kapan aja tuh… ga ngasi kabar dulu lagi…!!! makasih thauziahnya ya Kak…”, ini lagi makhluk ajaib…tapi apa yang dia bilang masuk akal juga sih… Ova mulai menggaruk-garuk kepalanya yang spontan jadi terasa gatal…ups, belum dijilbabin nee…mana rambutnya keren gini lagi…pantesan si Jody hobi ngacak-ngacak rambut gue, fikirnya…
“ Specialnya buat siapa Chika…? “, pertanyaan wajib…
“ …hmmm, Buat Bang Pras aja deh di kelas sebelas IPA lima, afwan…bukannya Chika sok jual mahal pake acara nolak tawaran antar jemput Abang , Chika hanya khawatir itu bisa mengotori hati kita …selain emang ga syar’I berdekatan dengan disengaja… trus kasian kan suami Chika nanti, dapat istri yang bekas-bekas dibonceng kesana kemari sama lelaki yang bukan mahromnya, beduaan lagi…deuuu chika ngomong suami, eits…udah gede nee…so maapin Chika ya Bang… Abang emang oke punya, lebih oke lagi kalo rajin sholat di Musholla trus ikut kajian sama Abang-abang yang laen, kaya’ Bang Ihsan, Bang Geo, Bang Oky en laennya…ditanggung bidadari-bidadari syurga bakal naksir berat ama Abang…gpp ya Bang ya…” bisa aja nee anak…
“ Buat Kak Ova, Thanx Berat en I Love U coz Allah, Assalammu’alaikum…”, serunya riang…
“ Eh, hm…i..iya…wa’alaikum salam… aduh jadi ge er di love love in…makasih ya,Chika… it’s so sweet…”, pipi Ova memerah, ternyata dicintai saudara seiman bisa bikin bahagia juga ya… mungkin karena tulus, jadi berasa bangeeet…
Selepas mengakhiri siarannya, perlahan Ova mengambil sesuatu dari saku tasnya…dua lembar foto berukuran post card, yang satu foto dia dan Jody pacarnya di kampus en satunya lagi foto dia bersama Mbak Eva, Vania, Ade dan Sita, sahabat-sahabatnya yang selalu rajin mengajaknya ikutan kajian tiap jumat siang zaman SMUnya beberapa tahun yang lalu…tiba-tiba dia kangen pada mereka semua, pada Mbak Eva yang sabar menghadapi ulahnya…pada Vania cs yang ga pernah kapok dijahili olehnya…pada musholla yang dulu tak begitu ramai namun sejuk di matanya… Well, Jody emang TOP BGT…pinter,tajir en romantis banget lagi…tapi apa benar dia yang bakal jadi jodohku, fikir Ova diusianya yang kini memasuki dua dua…kalo ga gimana, benar juga yang Chika bilang barusan…kasian suami gue kan, rutuknya dalam hati…bisa-bisa gue dapat yang bekas-bekas juga nee…kenapa sih manusia suka sok tahu, padahal Mbak Eva dulu pernah bilang, jodoh manusia ga mungkin tertukar dan akan datang jika saatnya tiba…trus, kenapa repot-repotnya sekarang… persiapan emang kudu tapi larak-lirik ya ga perlulah… apa lagi sampe jadian segala, ups… trus Jody gimana Va…!?!?, TTM aja kali ya…??? No Way Ova… itu sama aja dengan ngotor-ngotorin hati… jaga silaturahim wajib… tapi ga cuma sama dia aja dooong… mencintai sesama makhluk Allah juga harus…apa lagi yang jelas-jelas mencintai Allah dan Rasul_Nya, nah lho… Ova kamu makin pinter aja sekarang…trus Jody…??? Please dech, Va… jodoh ga lari kemana… lagi pula baik menurut kamu kan belum tentu baik menurut Allah… tapi Allah pasti tau yang terbaik buat kita…ingat Va : Allah ga bakal ngasi sesuai keinginan, tapi sesuai kebutuhan… so, gimana Ova sayang…??? (nah lho, sepertinya sedang terjadi diskusi seru antara Ova dan hatinya…, tak jauh di sekitarnya ada nafsu dan syaithan yang juga ga kalah getol mempengaruhi sikapnya…Sobat, kita doakan Ova berhasil menemukan hidayah Allah ya… !!!)

read more...

Maafin Mia, Ya Kak Ary…!

Maafin Mia, Ya Kak Ary…!
By. Dyan Rifa’i

“ …saya tunggu hasil liputan expo pendidikan kemarin di meja saya pukul satu…”, datar, dingin, tanpa basa-basi… pfuiffh, benar-benar siluman pinguin…
“ hm, tapi Kak…flash disk saya hilang dan hasil liputan itu tersaving di sana, saya mohon diberi waktu tambahan…”, pintaku dengan suara di tekan sedalam mungkin. Mata elang dibalik kacamata minus dua itu sesaat menatapku tajam…
“ hilang…? Ceroboh sekali kamu… flash disk itu sama dengan nyawa dan otak kedua para jurnalis… kalau sampai hilang, sama saja dengan kamu telah kehilangan keduanya…”, wajah tirus itu berpaling dariku, dengan dagu yang sedikit terangkat jelas kudapati utuh wujud kekesalan di sana…
“ saya tunggu sampai pukul tiga, ba’da ashar saya tidak ingin diganggu dengan masalah konyol seperti ini lagi… dan jangan lupa, sore ini kita ada rapat redaksi…on time ok !, kamu sudah terlambat dua kali ! “, tegasnya mengakhiri pembicaraan sebelum akhirnya melangkah lintasi meja kerjaku yang serta merta ikut terasa dingin jadinya…Bbrrr - 5°C, sekujur tubuhku seketika merinding pula dibuatnya…
Flash disk itu hadiah ulang tahun dari Mas Rama, Kakak sepupuku yang telah terlebih dahulu berjibaku di surat kabar lokal…Kak Ary benar, tidak seharusnya flash disk itu aku hilangkan… lihat nasibku sekarang, sederetan data-data penting milik redaksi plus tugas-tugas sekolah ikut raib bersamanya… tapi aku kan ga sengaja…!!! Asli ga sengaja banget… aku ingat betul terakhir kali MP4 yang juga bisa buat merekam wawancara itu aku simpan baik-baik di kotak pensilku sebelum meninggalkan redaksi sore kemarin…hik, sekarang ga ada lagi yang perlu disesali… semua terjadi begitu cepat dan dengan cepat pula aku harus segera menyelesaikan laporan liputan expo yang diminta Kak Ary atau kalau tidak… hiii syerem… pemimpin redaksiku yang perfeksionis itu akan menelanku bulat-bulat… Ah, Mia kamu hiperbola banget sih… ga mungkin lah Ary Prasetya, senior kamu itu sanggup menelan kamu hidup-hidup…!!!
Sebetulnya banyak teman sekelasku yang pada heran kenapa aku begitu nekad gabung di klub jurnalistik yang dikomandani Kak Ary, kakak kelas tigaku yang terkenal jutek abis, rada sinis en terlalu serius plus jenius itu… kenapa ga gabung di klub tari or ansamble musik aja… atau kalau memang suka menulis, mendingan ngeramein poetry community yang anak-anaknya pada romantis abis …Well, aneka komentar dan tawaran terpaksa dengan manis kutampik coz jurnalistik emang sudah menjadi pilihanku sejak dulu… bergabung dengan klub jurnalistik siapa pun pemimpinnya sudah menjadi cita-citaku saat pertama kali menjejakkan langkah di Khatulistiwa High ini… walau rada gerah dengan sikap Kak Ary yang agak kurang bersahabat aku yakin banyak hal yang bisa aku dapati di sini… sekilas kulirik Mbak Ika yang ga pernah bosan menghadiahiku senyuman hangat dan tatapan teduhnya yang menentramkan… lalu kualihkan pandanganku menuju Kak Oky yang selalu ceria dengan hobi jeprat-jepretnya yang menghibur… belum lagi sederetan nama-nama teman seangkatan yang turut menghuni klub kecil ini…nama-nama yang juga akan selalu memenuhi sudut-sudut hatiku…
“ sabar ya, Mia…Kak Ary ga pernah benar-benar marah kok… percaya atau nggak, dia sengaja menerapkan disiplin pada kita semua agar tidak terbiasa menomorsekiankan kerja-kerja redaksi… agar bisa memahami betapa yang kita lakukan ini sangatlah penting dan bukan main-main…”, tutur Mbak Ika seraya duduk di dekatku yang sedang garuk-garuk kepala memikirkan kalimat utama susunan laporan yang diminta.
“ Don’t Worry, Mbak…Mia baik-baik aja kok… lagipula Mas Rama sering cerita tentang Kak Ary yang juga juniornya di kantor… menurut Mas Rama, Kak Ary punya dedikasi yang tinggi dan talenta yang luar biasa, Mia harusnya bangga bisa bekerja dalam satu tim dengannya… tapi tetap saja sih Mbak, kadang Mia terganggu juga dengan sikapnya yang gak berperasaan… kok ga ada manis-manisnya sama Mia dan teman-teman… apa karena Mia junior ya,Mbak…? Jadi hanya dipandang sebelah mata…? “, tanyaku lepas… Mbak Ika menggeleng cepat… diraihnya tanganku dengan lembut…
“ Mia jangan salah paham… Kak Ary ga seperti yang Mia sangka… mungkin di depan Mia dia lebih memilih bersikap dingin seperti yang kita lihat, tapi Mia ga tahu kan kalo di belakang Mia dan teman-teman Kak Ary justru begitu memperhatikan dan peduli pada kalian semua…Mia, husnudzon ya…”, pintanya tegas dibalik kelembutan sikapnya…
“ Hya, oke deh kakak… apa sih yang ga buat Mbak Ika ku tersayang “, bisikku ke telinganya… waduh, sudah setengah tiga lewat lima belas menit, alamat kudu sprint nee…
Tiba-tiba…
Huk, hah…hu…hah….hosh…bruk…!!!
“ Mi…Mi…Mia, ma…ma…maaf…kan da…ku…Mi…”, aku bengong menyaksikan Don nyungsep di depan meja kerjaku…
“… ayo Don, minum dulu…”, setelah ngejepret beberapa kali barulah Kak Oky memperbolehkan aku menyodorkan segelas air mineral pada Don yang masih terengah-engah di hadapan kami, duh tega juga nih kakak…
“ Wahai Mia, sahabatku yang baik hati… sudilah kiranya dirimu memaafkan diriku ini…”, Huuu, mulai kumat lagi nih personil poetry community…
“… ada apa sih, Don… to the point, napa…?! “, potongku risih…
“ Mia manis, daku mendengar dari Riri anak 1.7 yang juga kru mu di redaksi kalau dirimu baru saja dimarahi Kak Ary karena menghilangkan Flash disk berisikan liputan laporan expo kemarin ya…? “, tanyanya dengan ekspresi serius yang unik…
“ Hm, he eh tuh… trus apa hubungannya sama kamu Don…? “, tanyaku penasaran…
“ Mia, apakah dirimu tidak membaca puisi yang kuselipkan di saku ranselmu…isinya pemberitahuan bahwa daku meminjam flash diskmu untuk merekam pembacaan puisi pilihan poetry community bulan ini tadi malam…”, dengan tampang sayu plus pasrah Don meletakan benda berkapasitas 1 GB itu di atas mejaku…terang aja aku exciting bangeet melihatnya…
“ Alhamdulillah… trims ya,Don… right on time… by the way, puisinya kuberikan pada Jelita, fansmu anak 1.4…habisnya aku ga ngira isinya penting githu… ya sudah, ga pa pa…hanya lain kali tinggalkan pesannya dengan kalimat efektif aja ya…”, segera kutinggalkan Don yang masih melongo karena tak menyangka punya fans anak 1.4, Itukan kelasnya para selebritis Khatulistiwa High, fikirnya… Dengan wajah ceria aku pun berlari kecil menuju ruang khusus milik Kak Ary di lantai dua redaksi, tinggal dua menit lagi… Kak Ary, I’m coming…
Kuhentikan langkahku seketika… pintu ruangan Kak Ary terbuka sedikit dan ada orang lain di dalam sana…
“ …berada di sini sama dengan berdakwah lewat pena… menyampaikan kebenaran dan seruan kebajikan dengan tulisan demi tulisan… tak jarang media digunakan untuk memutar balikan fakta, dijadikan alat mempropagandakan kemaksiatan dan membumikan kebathilan… Demi Allah Mas, saya ingin redaksi ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi dakwah di SMA Khatulistiwa …walau untuk demikian itu saya harus bekerja keras membangun mental dan ruhiy personil redaksi agar mampu memahami niat mulia ini… “ papar Kak Ary pada Mas Rama yang sepertinya naik lewat tangga samping hingga kami tidak ada yang menyadari kehadirannya…sesaat aku tertegun mencermati kalimat demi kalimat yang keluar dari lisan Kak Ary selanjutnya... Sungguh aku tidak menyangka dibalik kebekuan sifatnya tersimpan cita-cita mulia yang melangit bersama setiap titik keringat yang menetes di jalan dakwah yang telah dipilih olehnya… Rasa haru perlahan menyelinap penuhi hatiku…Kak Ary maafkan Mia yang telah mengata-ngatai Kak Ary siluman pinguin… yang telah menuduh Kak Ary ga berperasaan…mengira Kak Ary memandang kami sebelah mata… ternyata ketegasan dan kedisiplinan yang Kak Ary terapkan tak lain dan tak bukan karena Kak Ary menginginkan kami dapat menjadi mujahid dan mujahidah bersenjata pena… membela dien ini dan menegakkan kebenaran dengan goresan demi goresan pena yang kami buat… Maafkan Mia, Ya Kak Ary…! Sekali lagi Maafkan…(The day after my birthday_last year, 00.29 )


read more...

Episode Hijrah 2 Hati


EPISODE HIJRAH 2 HATI
(Khansa ‘Acha’ Hurriy_student of The Arabic Class, Sang Bintang School)

“ Ki… mau ya… Ki… ayo dong… “, cowok keren kebanggan SMU Perdana itu kekeuh merayu sohibnya yang masih khusyuk dengan buku tebal di atas pangkuannya…
“ Ki, Plis… seingat gue, udah lamaaaaa banget kita ga aksi ngerjain anak Perdana… biasanya, sehari aja kita ga’ ngerjain orang, lu protes en bilang body jadi pegel-pegel…”, Eka mengambil posisi tepat di samping Kiki, cewek manis yang emang sudah terakreditasi sebagai sohib sejatinya sejak kecil…Eka menghela nafas berat… setelah hampir setengah jam merayu partner tangguhnya ngejahilin orang…akhirnya dia nyerah juga, dengan pasrah disandarkannya kepala berambut cepak itu seraya melepas pandangan ke langit biru… sang gadis menutup bukunya…
“… well, sudah ngomongnya…? “, tanya si Manis seraya mengambil jarak dari cowok yang duduk santai di sisinya. Si cowok tersentak kaget… tumben !, pake geser-geser segala… biasanya, dia enjoy aja duduk dekat gue… malah bisa lebih ngerapat lagi, hati Eka mulai kasak-kusuk...
“…aku pulang duluan ya, ntar sore ada kajian keputrian di mushola… aku PJnya pekan ini, jadi kudu siap-siap… kirain mo ngomongin apaan… udah ah, Assalamu’alaikum…”, Kiki bergegas meraih tas gendongnya dan berlalu meninggalkan Eka yang tercengang menyaksikan kepergian sahabat terdekatnya …Hey, Ki… What’s Up Girl…? Kamu kok jadi berubah gini sih…resah hati sang kapten basket Perdana yang emang mulai mencium gelagat aneh Kiki, temen maen plus berantemnya sejak mereka sama-sama berseragam merah putih. Pasti ada penyebabnya deh… apa mungkin Sekarang dia sudah punya gebetan…? Ah, ga mungkin, mana ada sih cowok keren, beken en smart di sekolah ini yang melebihi gue, AndrĂ³meda Eka Pramudya…???, Eka semakin gemes… dia betul-betul ga rela kalo Kiki mengurai persahabatan mereka yang kompak en seru abis selama ini… Ki, kita itu sudah berteman lama… orang yang paling ngertiin aku ya cuma kamu… en begitu juga sebaliknya kan…? Iya kan…? dulu kamu pernah bilang begitu kok…!!! Eka mulai panik… dia benar-benar ga terima dengan perubahan sikap Kiki dua bulan terakhir ini...
***
“ …Oy, Ka… loe makan apa melamun… dari tadi mie di mangkok cuma diputer-puter doang… kalo udah kenyang jangan ngeramein kantin,nyemak tau’... mending diem-diem aja di kelas, baca komik...”, omel Tyo seraya mengambil alih mangkok di hadapan Eka dan melahap sesendok demi sesendok Mie Ayam Spesial Perdana dengan semangat empat lima... kesempatan nee, fikirnya gokil... Eka ogah ngebantah... dia masih sibuk dengan isi kepalanya yang dipenuhi perubahan sikap Rezkya Melati Sekarini, gadis yang bertahun-tahun menemaninya melewati hari dengan penuh warna-warni kehidupan...
“ Loe, mikirin siapa siy ? Kiki ya...? dia sih ga perlu lu pikirin lagi... nasibnya lebih baek dibanding nasib loe yang semakin ga jelas... ”, celoteh Tyo asal...
” ...maksud Loe, Yo...? ”, kejar Eka...
” ...lho, loe belum ketemu Kiki sejak tadi pagi ya...? ” , Tyo balik nanya...
” ...Yup, emang kenapa dia...??? ”, tanya Eka penasaran...
” ... dia udah hijrah, Men... udah insaf... kemaren aja gue minta dibagi contekan dia ogah... anak-anak cheers bilang, dia cabut... en pagi ini dia cantik banget dengan jilbab putihnya... ”, Eka mendengarkan dengan cermat...
”...Cuma gue denger-denger... dia makin dekat aja sama Ihsan Prasetya, ketua Rohis Perdana, maklum... mereka kan satu tim di Klub Ilmiah Remaja...”, lanjut Tyo, dia lupa bilang kalo ga cuma Ihsan sebetulnya, tapi juga Nabila, Amalya dan Qonita, trio jilbaber yang jago nulis karya ilmiah en langganan juara antar sekolah... namun glek, wajah si ganteng keburu menegang...dia terlambat menyembunyikan keterkejutannya...
” Udah-udah... ga usah ngomongin dia lagi... ! ”, Eka gerah, secepat kilat dia meninggalkan Tyo yang bengong ditemani mangkuk kosong di hadapannya...
Aih, gue salah ngomong ya...? Tyo nyengir kuda... Eits, ini mie siapa yang bayar...??? Tyo panik...!
***
“ Ki… gue minta penjelasan… kita udah berteman lama… harusnya ga ada rahasia-rahasiaan di antara kita…”, tembak Eka...
” Rahasia apa Ka...? ” tanya Kiki seraya membetulkan letak kacamata bergagang silvernya.
” Loe berubah... banget...!!!, loe nolak gue jemput en pulang sekolah bareng... loe juga ga bolehin gue ngantarin loe kursus kaya’ biasa... kita udah ga pernah jalan bareng lagi... padahal loe tahu gue butuh loe ngasih pendapat tentang penampilan gue en laennya... kenapa sekarang harus belajar kelompok rame-rame, padahal dulu cukup ada Eka en Kiki dan kita bisa sama-sama merebut jawara satu di kelas masing-masing... Kiki, ada apa sebenarnya...??? ”
Si Gadis tertegun. Perlahan, dihelanya nafas dengan berat... well, sebetulnya dia sudah menyangka Eka pasti akan mengomentari fase metamorfosa dalam hidupnya ini...
” ... Kiki ga ngerti harus ngejelasin semuanya ini dari mana... yang Kiki tahu, pertemanan kita selama ini sangat indah en Kiki bersyukur telah melewatinya bersama Eka...”, prolognya...
”...lalu kenapa sekarang kamu ngejauhin aku, Ki...? ”, tanya Eka serius...
” Kiki ga jauhin Eka... Kiki hanya butuh waktu untuk menata hati, meluruskan niat, agar persahabatan ini ridhoi Allah... ” jawabnya pelan...
Eka mengerutkan dahinya... dia ga ngerti...apa ada yang salah dari kedekatan dia dan Kiki selama ini, dia sulit menerima ini... Kiki menghela nafas lagi, kali ini wajahnya turut bersemu merah...
” Hm...Kiki...hm, Kiki...suka deg-degan di dekat Eka... hm, Kiki ga bisa ngejelasinnya... sebaiknya besok sore Eka ikut kajian umum di Mushola aja, materinya Manajemen Hati by. Ust. Haris... semoga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Eka tadi... ”, Eka masih belum nyambung dengan usulan Kiki... sahabat – deg-degan – ikut kajian – jawaban...?, Kiki...Kiki... kok makin rumit aja sih cara berfikir kamu...
Ternyata berawal dari rasa penasaran yang memaksa langkah Eka menginjakkan kaki ke teras mushola... kini di tengah malam yang dingin dia terpaku menatap sebentuk wajah pada frame di dekat notebooknya. Siapa yang mengira tausiyah Ust. Haris begitu mengena di hatinya... membuatnya tersadar dan memahami keputusan yang diambil oleh sahabat kecilnya... Sesaat Eka tertegun, kala kembali mencermati butir demi butir yang dipapar tuntas sore tadi pada hasil rekaman flash discnya...sesekali terdengar istighfar yang dilafaz dengan tulus...Robb, ampuni aku...terima kasih telah mengirimkan seorang sahabat yang telah menuntunku menuju cahaya ini..., ringan langkah Eka menghampiri air tuk berwudhu...tetesan menyejukkan itu berhasil merembes khidmat ke dalam hatinya... Ki, kita harus kembali bersinergi... dengan konsep yang jauh lebih indah tentunya, tekad Eka dalam hati selepas menutup doa di hamparan sajadah panjangnya...

read more...

Design by Blogger Templates